membaca kitab kuning

March 12, 2018

Maf’ul Muthlaq

Maf’ul Muthlaq— Maf’ul muthlaq biasa juga disebut dengan mashdar, yaitu isim manshub yang merupakan urutan ketiga dari tashrifnya fi’il. Contoh: كَتَبَ-يَكۡتُبُ-كِتَابَۃً ضَرَبَ-يَضۡرِبُ-ضَرۡبًا lafadz كِتَابَۃً dan ضَرۡبًا […]
March 10, 2018

Maf’ul Ma’ah

Termasuk diantara isim-isim yang dibaca nashob selain Maf’ul bih, Maf’ul fiih, dan Maf’ul li ajlih, adalah Maf’ul Ma’ah (Keterangan kebesertaan). Yaitu kalimah isim yang disebutkan setelah […]
March 8, 2018

Maf’ul Li Ajlih

Maf’ul Li-ajlih –Pengertian dari maf’ul li ajlih yaitu setiap isim mashdar manshub yang disebutkan guna menjelaskan sebab atau motif terjadinya perbuatan. Dengan kata lain, maf’ul li-ajlih […]
March 6, 2018

Maf’ul Fiih (Dzorof)

Manshubatul Asma’ yang kedua yaitu Maf’ul fiih. Pengertiannya yaitu setiap isim manshub yang disebutkan untuk menjelaskan waktu atau tempat terjadinya pekerjaan (kalimah fi’il). Atau dalam pengertian […]
March 5, 2018

Maf’ul Bih

Bismillahirrahmanirraahiim Manshubatul Asma’ yang pertama yakni maf’ul bih. Jika dalam bahasa Indonesia kita mengenal istilah objek, maka di dalam bahasa arab ianya disebut dengan maf’ul bih. […]
February 16, 2018

Inna & Saudara-Saudaranya

Inna & Saudara-Saudaranya –Amil kedua yang bisa merusak i’robnya mubtada’ dan khobar adalah إِنَّ dan saudara-saudaranya. Adapun amalnya merupakan kebalikan dari كَانَ, yaitu MENASHOBKAN mubtada’ dan […]
February 16, 2018

Kaana & Saudara-Saudaranya

Kaana & Saudara-Saudaranya –Pada tulisan sebelumnya, telah kita pelajari bab mubtada’ dan khobar. Dimana keduanya sama-sama beri’rob rafa’, akan tetapi, i’rob mubtada’ dan khobar bisa saja […]
February 11, 2018

Fa’il

Fa’il –Marfu’atul asma’ (isim-isim yang dibaca rofa’) yang pertama yaitu fa’il. Fai’l adalah isim marfu’ yang terletak setelah fi’il ma’lum(kata kerja aktif) dan menunjukkan kepada pelaku […]
February 9, 2018

I’rob-nya Fi’il Mudhori’

I’rob-nya Fi’il Mudhori’ –Pada pelajaran sebelumnya telah dijelaskan bahwa fi’il dibagi menjadi dua dari segi bisa/tidaknya menerima i’rob, yakni fi’il mabni dan fi’il mu’rob. Berkenaan dengan […]