Sholawatan Mingguan di Al-Azhar

Nilai Lebih Belajar Bahasa Arab di Al-Azhar
September 12, 2017
Belajar Bahasa Arab Menyenangkan di Al-Azhar
September 15, 2017

 “Perbanyaklah kalian membaca shalawat kepadaku pada hari dan malam Jum’at, Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR.Imam Baihaqie).

Hadits di atas adalah satu diantara banyak hadits yang menunjukkan sunnahnya memperbanyak bersholawat pada malam jum’at. Juga dijadikan pegangan oleh banyak kalangan kaum muslimin dalam mengadakan kegiatan rutinan sholawatan bersama pada malam jum`at, seperti pembacaan Maulid ad-diba`I, al-Barjanji, shimtut duror, dan lain atau semisalnya. latar tempatnya pun berbeda-beda. Ada yang dilakukan di rumah secara bergilir, ada yang dilakukan di masjid, ma`had, dan lain-lain..

Di daurah Al-Azhar, kegiatan ini-pun dijadikan sebagai kegiatan rutian seminggu sekali. Yaitu setiap hari kamis atau malam jum;at. Kamis malam, 14 september, ratusan pelajar, putra atau-pun putri berkerumun menjadi satu di Aula. Tampil didepan adalah muasis ad-dauroh, dan pasukan hadroh yang akan memimpin sholawat. Setelah itu pelajar-pelajar putra, lalu mengikut di belakang adalah pelajar-pelajar putri yang berbaris sedemikian rapi-nya.. Acara dibuka dengan pembacaan surat Yasiin kepada arwah sesepuh yang telah menyumbangkan amal jasa-nya pada Indonesia dan islam. Lalu, suasana terasa sangat bernyawa ketika rebana mulai ditabauh berpadu dengan suara vokalis yang merdu dan menyentuh,

“Yaa Robbi sholli `ala Muhammad # Yaa Robbi sholli `alaihi wasallim

(wahai tuhanku, sampaikanlah sholawat kepada nabi Muhammad, wahai tuhanku, sampaikanlah shlalawat juga salam kepada beliau)

Seba`da sholalawatan, acara dilanjutkan dengan maudizah yang disampaikan oleh Ustadz Manshur. Ustadz Manshur yang malam itu tampil bersahaja, menyampaikan pidato-nya dengan begitu berwibawa. Hampir semua yang beliau sampaikan penting untuk diingat dan atau dicatat. Kaliamat-kalimat yang dituturkan-nya begitu runtut dan teratur.  Di kesempatan kali ini, beliau menyemangati para pelajar untuk meningkatkan semangat-nya dan jangan pernah menyerah dalam belajar bahasa arab, lebih-lebih dalam menghafal mufrodat.. Diantara yang beliau sampaikan adalah perkataan dari Imam Syafi’I tentang bagusnya merantau untuk menuntut ilmu. Beliau juga mengutip-kan kisah dari Ibnu Hajar yang dulunya dikenal lama dan susah dalam hafalan-nya, namun akhirnya menjadi Ulama’ dan pengarang kitab yang terkenal. Jadi jangan gampang menyerah.

“Yang penting bukanlah seberapa banyak hafalan kita, juga seberapa pintar kita. Yang terpenting adalah bagaimana perjauangan kita,” Begitu kurang lebih terang belaiu memotivasi..

Semangat, Semangat, dan Semangat.  Agaknya beliau berhasil menghadirkan semangat  dan rasa keoptimisan di hati ratusan pelajar yang hadhir pada malam itu

Setelah Mauidzah, Acara diakhiri dengan do’a yang dipimpin langsung oleh Mudir Ad-dauroh, setelah sebelumnya ada beberapa pengumuman yang disampaikan.

Alhamdulillah, berlangsung dengan memuaskan. Semoga acara-acara selanjutnya berjalan dengan lebih baik lagi..Aamiin

Yuk, segera daftarkan diri disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *