Mengisi Liburan dengan Belajar Bahasa Arab di Al-Azhar Pare
September 23, 2017
Belajar Bahasa Arab Bagi Pemula
September 25, 2017

Pelatihan Kerjasama Tim di Al-Azhar –Dalam sebuah organisasi –organisasi apapun itu–, bahkan dalam lingkar yang kecil sekalipun tentulah memiliki visi atau tujuan dari dibentunya organisasi itu. Terlebih lagi dalam sebuah lembaga. Sebuah lembaga yang tak punya visi yang jelas, akan sangat mungkin dan mudah untuk jatuh dan lalu terbubark an nantinya. Seperti bunyi sebuah pepatah, “Sesulit apapun jalan yang ditempuh asal memiliki tujuan yang jelas, kemungkinan sampainya masih ada. Sedangkan orang yang tak punya tujuan atau maksud yang jelas, semulus apapun jalan yang terpampang, tidak akan beroleh apa-apa kecuali kepayahan belaka.”  Dari sini kita bisa menyimpulkan, betapa pentingnya sebuah visi. Hanyasaja, tentu sebuah lembaga tidak akan bisa berjalan sebagai mana mustinya bila tidak memiliki sebuah tim yang kuat. Sebagaimana visi itu akan sangat sulit terwujudkan bila yang mengupayakan hanya satu atau dua orang saja.

Dalam sebuah lembaga, maka untuk bisa mencapai sebuah target dibutuhkan kerja sama tim yang sangat baik. Karena untuk mencapai keberhasilan, kerjasama tim mempunyai andil besar. Tetapi tidak mudah untuk membentuk tim yang solid yang berorientasi pada tujuan dan visi yang sama, terbuka atas segala ide, dan mengutamakan kepentingan tim di atas kepentingan bersama. Hal ini karena setiap individu punya karakter yang tak sama dan potensi masing-masing. Nah, bagaimana caranya agar tiap anggota dalam tim rela untuk mengorbankan kepentingan pribadinya dan dapat melakukan kerjasama tim demi meraih tujuan yang lebih besar?
Untuk itulah biasanya sebuah lembaga mengadakan outbond training yang merupakan gabungan kegiatan pelatihan dan juga game yang menguji dan melatih kerjasama tim. Outbond training ini telah dirancang oleh ahlinya untuk memunculkan kerjasama tim demi memecahkan persoalan yang diberikan dan target yang ditetapkan.

Ahad, 24 September 2017, Al-Azhar mengadakan pelatihan Managemen LKP Bahasa.  Membangun kerjasama tim  dan meningkatkan kekompakkan serta kepekaan antar sesama tim. Bisa dibilang itulah diantara tujuan diadakanya kegiatan yang lazimnya disebut Outbond atau tem building ini. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul setengah delapan pagi dengan diikuti oleh seluruh jajaran devisi Al-Azhar. Seperti Mudir ad-dauroh, dewan pengajar, marketer, customer service, dan lain-lain.  dengan diprakarsai oleh Bapak Totok yang telah berpengalaman di bidang kepelatihan, acara ini berjalan dengan sangat menyenangkan..

Dimulai dari senam bersama untuk melancarkan peredaran darah, lalu penyampian materi oleh bapak Totok, Semua dilakukan dalam sauasana yang santai dan menyenangkan. Jadi memangpun yang disampikan oleh Bapak Totok begitu penting dan tak sedikit, para peserta dengan semangat menyimaknya dengan penuh perhatian, dan mencerna-nya pun terasa lebih mudah. Diantara yang disampikan beliau adalah tentang pentingnya sifat ‘merasa’ memiliki yang musti dipunyai oleh setiap individu, perlunya kepedulian dan kepekaan kepada sesama anggota, dan bahwa masing-masing devisi yang mustinya saling bahu-membahu, dan masih banyak lagi ilmu yang didapat oleh para peserta dari kegiatan ini.

Seperti outbond pada umunya, di kegiatan ini juga diadakan game-game yang diikuti oleh jajaran asatidz dan devisi-devisi lainya. Peserta yang jumlahnya tak kurang dari 27 itu dibagi menjadi tiga kelompok atau tim. Disini game atau permainan-permainan yang diujikan bukanlah game yang menonjolkan skill individu, tapi game yang memerlukan kekompakkan dan kerjasama dari masing-masing tim. Seperti yel-yel, menaik-turunkan tongkat menggunakan dua jari, mengangkat dan menjalankan ban dengan menggunakan tongkat, dan adu cepat meletakkan bola ke dalam lingkaran ban.  Ada lagi satu lomba yang menuntut fokus dari masing-masing personel. Jadi dari pembicara memberi instruksi yang musti diiuti dengan syarat diawali dengan kata kunci tertentu. Jika intstrukinya tak diawali dengan kata kunci tersebut, maka mustinya tak boleh diikuti. Dan bagi yang mengikuti, maka langsung didiskualifikasi. Begitulah, sampai game berakhir, dan kelompokyang anggotanya  masih banyak, itulah yang menang. Kelihatanya mudah memang, tapi dalam prakteknya sangat sulit bagi peserta untuk tak terkecoh.

Acara atau kegiatan ini kurang lebih berakhir pukul setengah dua dan ditutup dengan do’a dan makan-makan bersama. Harapanya setelah mengikuti kegiatan ini kekompakkan, kerjasama, dan kepedulian antar sesama anggota lebih erat terjalin. Dan setiap devisi bisa saling bahu-membahu dalam mewujudkan visi atau target bersama untuk lembaga Al-Azhar agar lebih maju dan berkembang lagi. Aamiin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *