Huruf, Kalimah, dan Kalam
December 11, 2017
Jumlah Mufidah, Jumlah Ghoiru Mufidah
December 14, 2017

Pembagian Kata Dalam Bahasa Arab

Dari pembahasan yang telah lalu,  kita sudah tahu, kata atau dalam bahasa Arab dinamakan kalimah terbagi menjadi 3; yaitu kalimah isim, kalimah fi’il, dan kalimah huruf.  Dari pengertian masing-masing kalimah, kita sudah sedikit bisa menemukan titik perbedaan-nya, bahwa antara kalimah isim dan kalimah fi’il keduanya sama-sama telah menunjukkan arti dengan sendirinya, sedang kalimah huruf tidak. Ia –kalimah huruf—baru akan memiliki arti apabila bersambung dengan kalimah lain-nya. Lalu, apa perbedaan antara kalimah isim dengan kalimah fi’il?

Yaitu ada dalam terikat atau tidaknya kalimah itu dengan perubahan waktu. Jika penyebutan suatu kalimah tidak dipengaruhi oleh perubahan waktu, maka ia disebut kalimah isim. Sedang apabila penyebutan kalimah tersebut berubah seiring dengan berubahnya waktu, maka ia dinamakan kalimah fi’il.

Secara lafadz, ketiga kalimah tersebut juga memiliki ciri-ciri khusus yang bisa membedakan-nya dengan kalimah-kalimah lain-nya.

Kalimah Isim

Ciri-ciri kalimah isim:

  • Bisa bertanwin,

Contoh : رَجُلٌ- شَجَرَةٌ – كِتَابٌ

Seorang pemuda – Sebatang pohon- Sebuah kitab

  • Bisa kemasukan “al” ((ال

Contoh:  الّرَجُلُ – الشَّجَرَةُ – اَلْكِتَابُ

Seorang pemuda itu- sebatang pohon itu – sebuah kitab itu

  • Bisa dimajrurkan, baik dengan huruf jar ataupun idhofah

Contoh : عَنِ الرَّجُلِ – عَلي الشَّجَرَةِ – في الكِتَابِ – غُصْنُ الشَّجَرَةِ

Dari pemuda  – di atas pohon  – di dalam kitab – dahan pohon

Pembahasan tentang huruf  jar  & idhofah insya Allah akan diterangkan lebih rinci pada tempatnya nantinya.

  • Bisa menjadi isnad ‘ilaih

Suatu kalimah paling tidak pastilah terdiri dari 2 unsur: Musnad (berita) dan Musnad ‘ilaih (yang diberitakan)

Musnad bisa berupa kalimah isim, fi’il, atau tarkib (susunan kalimat).

Contoh :  قَامَ زَيْدٌ (zaid telah berdiri)

Dalam contoh di atas zaid sebagai musnad ilaih (yang diberitakan), dan qoma (berdiri) sebagai musnad (berita) berupa kalimah fi’il.

Contoh lain-nya :

زَيْدٌ قَائِمٌ (zaid berdiri)

Dalam contoh di atas zaid sebagai musnad ‘ilaih (yang diberitakan), dan qo’imun (orang yang berdiri) sebagai musnad (berita) berupa kalimah isim.

Maka musnad ‘ilaih pasti berupa kalimah isim

Keterangan: sebenarnya ciri-ciri kalimah isim tidak hanya empat seperti yang disebutkan di atas. Hanyasaja ke-4 ciri-ciri tersebut merupakan ciri-ciri umumunya. Dalam arti, jika suatu kalimah menerima satu atau lebih tanda-tanda itu tadi, kalimah itu sudah pasti adalah kalimah isim.

Baca Juga : Kursus Bahasa Arab Menyenangkan

Kalimah Fi’il

Ciri-ciri kalimah fi’il:

  • Bisa kemasukan “qod” (قَدْ)

Apabila (قَدْ) masuk kepada fi’il madhi, maka ia bermakna tahqiq (sungguh), sedang jika (قَدْ) masuk kepada fi’il mudhori’, maka ia bermakna taqlil (jarang/terkadang).

Contoh:  قَدْ رَجَعَ أَبِي مِن سَفَرِهِ – قَدْ يَنْجَحُ أَلكَسْلَنُ

Sungguh telah pulang ayahku dari bepergian-nya – terkadang seorang pemalas itu lulus

  • Bisa kemasukan “sin” (س), dan “saufa”  ((سَوْفَ

Keduanya khusus masuk pada fi’il mudhori’ dan bermakna  إِسْتِقْبال (akan)

Contoh :سَيُعْقَدالإِجْتِبَارُ النِّهَائِّ – سَوْفَ نَنَالُ الشَّهَادَةَ بَعْدَ هَذَ الإِجْتِبَارُ النِّهَائِّ

Akan diadakan ujian akhir – kita akan mendapatkan ijazah setelah ujian akhir ini

Penjelasan tentang fi’il madhi & fi’il mudhori’  akan dibahas lebih rinci pada tempatnya nantinya. Insya Allah

  • Bisa ditemui ta’ ta’nits (ta’ yang bermakna keperempuanan)

Contoh : قَدْ ذَهَبَتْ فَاطِمَةُ إِلَي الْمَدْرَسَةِ

Fatimah sungguh telah berangkat ke sekolah

  • Bisa bersambung dengan ta’ fa’il

Contoh : كَتَبْتُ – شَكَرْتَ

Saya telah menulis – kamu laki-laki telah bersyukur

Penjelasan tentang ta’ fa’il insya Allah akan dibahas lebih rinci dalam bab isim dhomir dan fa’il

 

Keterangan: tanda-tanda dari kalimah fi’il sebenarnya juga tak Cuma 4 diatas. Hanyasaja ke-empat tanda/ciri-ciri di atas adalah ciri-ciri umum dari kalimah fi’il. Dalam arti jika suatu kalimah menerima satu atau lebih dari tanda-tanda di atas, maka dapat dipastikan ia adalah kalimah fi’il.

 

Kalimah Huruf

Secara lafadz, kalimah huruf tidak memiliki ciri-ciri khusus sebagaimana kalimah isim, dan juga kalimah fi’il. Mudahnya apabila suatu kalimah secara lafadz tidak bisa dimasuki tanda-tanda kalimah isim dan juga kalimah fi’il, maka sudah tentu ia adalah kalimah huruf. Jadi, tidak adanya tanda-tanda khusus pada kalimah huruf, bisa dijadikan tanda/ciri-ciri dari kalimah huruf itu.

Buka juga : Daftar isi Belajar Bahasa Arab Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *