Sebulan Mahir Bahasa Arab di Lombok
March 5, 2018
Maf’ul Li Ajlih
March 8, 2018

Manshubatul Asma’ yang kedua yaitu Maf’ul fiih. Pengertiannya yaitu setiap isim manshub yang disebutkan untuk menjelaskan waktu atau tempat terjadinya pekerjaan (kalimah fi’il). Atau dalam pengertian lain, maf’ul fih adalah jawaban dari pertanyaan مَتَی (kapan) atau اَيۡنَ (dimana).
Dalam ilmu nahwu, maf’ul fih sering pula disebut dengan istilah dzorof. Jika menunjukkan makna waktu maka disebut dzorof zaman, dan jika menunjukkan arti tempat maka ia dinamakan dzorof makan. Jika terdapat maf’ul fih di dalam suatu jumlah maka menempati i’rob nashob.
Contoh:
ذَهَبۡتُ اِلَی الۡمَسۡجِدِ يَوۡمَ الۡجُمۡعَۃِ (saya pergi ke masjid hari jum’at)
قَامَ زَيۡدٌ اَمَامَ الۡبَيۡتِ (Zaid berdiri di depan rumah)
Contoh pertama adalah dzorof zaman, sedang yang kedua termasuk dzorof makan.
Diantara afadz-lafadz yang termasuk dzorof zaman adalah:
سَاعَۃً(satu jam), يَوۡمًا(hari) صَبَاحًا(pagi),مَسَاءً(sore), نَهَارًا(siang),لَيۡلًا(malam), اُسۡبُوۡعًا(minggu), شَهۡرًا(bulan), سَنَۃً(tahun), اَمۡس(kemaren), غَدًا(besok), قَبۡلَ(sebelum), بَعۡدَ(sesudah), حِيۡنًا(terkadang), اَحۡيَانًا(kadang-kadang), سَابَقًا (yang telah dulu), اَلۡاَنَ(sekarang), لَحۡظَۃً(sebentar), مُدَّۃ(waktu), dll.

Sedang lafadz-lafadz yang termasuk dzorof makan diantaranya:.قُربَ(dekat), جَانِبَ(disamping), لَدُنۡ(pada), وَسَطَ(tengah), كِيۡلُ مِتۡرَ(kilometer), مِيۡلَ(mil), اَمَامَ(di depan), وَرَأَ(di belakang), فَوۡقَ(di atas), تَحۡتَ(di bawah), يَمِيۡن(di kanan), شِمَال(di kiri), بَيۡنَ(diantara), حَوۡلَ(disekitar), عِنۡدَ(disisi), dll

Pelajarilah bahasa Arab. Karena sesungguhnya ia adalah bagian dari ad-din (agama)” (“Umar ibn Khatthab)

Belajar bahasa Arab lebih intensive dan mudah, di Kursus Al-Azhar Pare. Ayuk, segera gabung bersama kami DISINI!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *