Isim Mu’rob dan Isim Mabni
February 3, 2018
Mana Yang Lebih Mudah Dipelajari Untuk Membaca: Bahasa Ibrani Atau Bahasa Arab?
February 5, 2018

Isim ghoiru munshorif –sebagaimana yang telah di bahas di Belajar bahasa Arab online sebelumnya, bahwa termasuk diantara ciri-ciri dari kalimah isim yaitu menerima tanwin. Namun ada juga beberapa kalimah isim yang tidak menerima tanwin.  Isim-isim tersebut dinamakan isim ghoiru munshorif.

Isim ghoiru munshorif yaitu isim yang tidak menerima tanwin dan tidak  pula dihaokati kasroh ketika dalam keadaan jar (pembahasan lebih lengkap tentang jar insya Allah akan dijelaskan di tempatnya nantinya).

Contoh : مَسَاجِدُ – عُمَرُ – فَاطِمَةُ – إِبْرَاهِيْمُ

Adapun yang menyebabkan isim menjadi ghoiru munshorif (tidak menerima tanwin) yaitu keserupaanya dengan kalimah fi’il, dalam hal sama-sama memiliki dua illat  atau satu illat yang menempati tempatnya 2 illat.

Satu illat yang membuat kalimah isim tercegah dari menerima tanwin ada 2 (dua) maacam, yaitu:

  • Alif ta’nits, baik alif maqshurah seperti حُبْلَى maupun alif mamdudah seperti صَحْرَاء
  • Shigat muntahal jumu’ :  jama’ taksir yang setelah alif taksirnya berupa dua huruf yang berharakat semuanya atau tiga huruf yang tengahnya mati.  , seperti مَسَاجِدُ – مَفَاتِيْحً

Sedang dua illat yang mencegah kalimah isim dari menerima tanwin terkelompokkan menjadi 2, diantaranya berupa :

  1. Washfiyyah (shifat), yang bersamaan dengan
  • Wazan fi’il, seperti اَحْمَرُ, اَبْيَضُ, اَسْوَدُ
  • ‘Udul : pindahan isim dari bentuk asalnya ke bentuk lain dengan tapa merubah makna.seperti مَثْنَى, ثُلاثُ, رُبَاعُ
  • Ziyadah alif & nun, seperti كَسْلَانُ, غَضْبَانُ, شَبْعَانُ
  1. ‘Alamiyyah (nama)yang bersamaan dengan,
  • Wazan fi’il, seperti يَزِيدُ, أَحْمَدُ, اِرْشَد
  • ‘Udul, seperti عُمَرُ- زُحَالُ –زُفَرُ
  • Ziyadah alif & nun. Seperti سلمان, دخلان, عُثْمَانُ
  • ‘Ajamiyyah (nama selain Arab), seperti إِبْرَاهِيْمُ – إِسْمَاعِيْلُ
  • Tarkib majzi : gabungan dari 2 kalimat yang dijadikan satu yang memiliki arti tersendiri setelah penggabungan tersebut., seperti حَضْرَ مَوْتَ, بَعْلَبَكُّ
  • Ta’nits yang tidak menggunakan alif, baik ta’nits secara lafdzi seperti حمزة, طلحة, maupun ta;nits ma’nawi, seperti :مَرْيَمُ, atau kedua-duanya (lafdzi & maknawi), seperti فَاطِمَةُ, عَائِشَة

Baca juga : Belajar membaca kitab kuning mudah, di kelas manhaji

Syarat-syarat isim ghoiru munshorif  :

  • Tidak menjadi mudhof (disandarkan kepada isim yang lain)

apabila ia mudhof, maka batal hukumnya (tidak ghoiru munshorif lagi).

Contoh : صَلَّيْتُ فِي مَسَاجِدِهِمْ

  • Tidak dilekati  alif dan lam.

Apabila ia dilekati alif dan lam, maka batal pula hukumnya.

contoh : صَلَّيْتُ فِى الْمَسَاجِدِ

Baca lebih lengkap Belajar bahasa Arab Online, Disini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *