Serunya Lomba Khithobah Bahasa Arab di Al-Azhar Pare
February 9, 2018
Benarkah Setengah Dari Kosa Kata Bahasa Persia Sebenarnya Terbuat Dari Kata Kunci Bahasa Arab?
February 11, 2018

I’rob-nya Fi’il Mudhori’ –Pada pelajaran sebelumnya telah dijelaskan bahwa fi’il dibagi menjadi dua dari segi bisa/tidaknya menerima i’rob, yakni fi’il mabni dan fi’il mu’rob. Berkenaan dengan fi’il mabni dan fi’il mu’rob sudah usai penjelasannya di tulisan terdahulu. Maka disini, akan dilanjutkan pembahasan mengenai i’robnya fi’il.
Telah disinggung sebelumnya, bahwa fi’il mu’rob itu hanya ada satu, yaitu fi’il mudlori‘ yang tidak bertemu nun jama’ niswah dan nun taukid. Jadi yang dipelajari disini adalah i’robnya fi’il mudlori’.
Dalam hal ini, mu’robnya fi’il mudlori ada tiga, yaitu : rofa, nashob, dan jazm.
1. Rofa’
Fi’il mudlori’ yang dibaca rofa namanya Fi’il mudlori’ marfu’.
Semua fi’il mudlori’ jika di awalnya kosong oleh amil nawashib(yang menashobkan) atau amil jawazim(yang menjazemkan) maka dibaca rofa. Adapun tanda rofa’nya sebagai berikut:
a. Dlomah
Contoh: يَكْتُبُ مُحَمَّدٌ الدَّرْسَ (Muhammad menulis pelajaran)
b. Tetapnya Nun
Yaitu bagi setiap fi’il mudlori’ yang termasuk af’alul khomsah. Adapun af’alul khomsah adalah: Setiap fi’il mudhari’ yang bersambung dengan alif itsnain, wawu jama’ah atau ya’ mukhathabah (يَفْعَلَانِ – تَفْعَلَانِ – يَغْعَلُونَ – تَفْعَلُونَ – تَفْعَلِينَ )
Contoh: طَالِبُوۡنَ يَكۡتُبُوۡنَ اَلدَّرۡسَ (Murid-murid menulis pelajaran)
c. Dlommah muqoddaroh(dikira-kirakan)
Yaitu untuk semua fi’il mudlori’ yang berakhiran huruf ilat.
Contoh: يَرۡضَی مُحَمَّدٌ (Muhammad ridlo)

2. Nashob
Fi’il mudlori’ yang dibaca nashob disebut fi’il mudlori’ manshub. Jika fi’il mudlori diawali oleh amil nawashib maka pasti dibaca nashob. Diantara amil nawashib yaitu: اَنۡ,لَنۡ, اِذًا, كَيۡ , dll.
Tanda-tanda nashobnya fi’il mudlori’ :
a. Fathah
Contoh: لَنۡ اَكۡتُبَ اَلدَّرۡسَ (saya tidak akan menulis pelajaran)
b. Membuang nun
Yaitu untuk setiap af’alul khomsah.
Contoh : لَنۡ يَكۡتُبُوا طَالِبُوۡنَ اَلدَّرۡسَ (Murid-murid tidak akan menulis pelajaran)
c. Fathah Muqoddaroh
Menjadi tanda untuk fi’il mudlori yang berakhiran huruf ilat alif.
Contoh: ٌلَنۡ يَرۡضَی ﷴ ( Muhammad tidak ridlo)

Catatan: untuk fi’il mudlori’ yang berakhiran huruf ilat wawu dan ya’ maka tanda nashobnya adalah fathah dzohiroh(tampak) Contoh: لَنۡ يَدۡعُوَ, لَنۡ يَرۡمِيَ

3. Jazm
Fi’il mudlori yang dibaca jazm disebut dengan fi’il mudlori’ majzum. Dibaca jazm adalah ketika fi’il mudlori dimasuki amil jawazim(yang menjazemkan). Diantara amil jawazim yaitu: لَمۡ, لَمَّا, اِنۡ, dll.
Tanda-tanda jazm-nya fi’il mudlori’ yaitu:
a. Sukun
Contoh: لَمۡ اَكۡتُبۡ اَلدَّرۡسَ (saya tidak menulis pelajaran)
b. Membuang Nun
Yaitu untuk semua af’alul khomsah.
Contoh: لَمۡ يَكۡتُبُوا طَالِبُوۡنَ اَلدَّرۡسَ (Murid-murid tidak menulis pelajaran)
c. Membuang Huruf Ilat
Menjadi tanda bagi fi’il mudlori yang berakhiran huruf ilat(alif, wawu, ya’).
Contoh: لَمۡ يَرۡضَ مُحَمَّدٌ (Muhammad tidak ridlo).

>>Baca lebih lengkap Belajar bahasa Arab Online, disini!

Pelajarilah bahasa Arab. Karena sesungguhnya ia adalah bagian dari ad-din (agama)” (“Umar ibn Khatthab)

Belajar bahasa Arab lebih intensive dan mudah, di Kursus Al-Azhar Pare. Ayuk, segera gabung bersama kami DISINI!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *