Yuk, Belajar Bahasa Arab

Dari Al-Azhar Pare ke Al-Azhar Cairo
October 9, 2017
SEMINAR TOAFL AL-AZHAR PARE (GRATIS)
November 11, 2017

Yuk,belajar bahasa ArabSangatlah masyhur hadits Nabi saw, “Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memberi kefahaman padanya dalam masalah agama..”

Membicarakan keilmuan islam, sebenarnya tidak mungkin terlepas dari bahasa arab ; Al-Qur’an dan juga As-sunnah, yang menjadi sumber utama rujukan ilmu syar’i, keduanya berbahasa arab. Dan banyak diantara kitab-kitab karya ulama’ yang ditulis dengan bahasa arab. Karenanya, tidak-lah sesorang layak dikatakan mujtahid atau ulama’ apabila ia tidak mengerti tentang bahasa arab. Bukan tidak mungkin, andaipun ia tempil di depan, yang disampaikan-nya akan berismpangan dari kebenaran, dan bahkan bisa menyesatkan pendengarnya.

Belajar bahasa arab, sebenarnya menjadi satu kebutuhan mutlak untuk bisa berislam dengan lebih baik. Kita tentu telah hafal lafadz-lafadz sholat, dan juga tak sedikit do’a-do’a harian yang kita hafal dan bahkan kita amalkan di setiap kesempatan. Hanyasaja, tak banyak yang benar-benar mengerti apa yang dimaksudkan dalam ucapan-nya itu. Jelas-lah tentang urgen atau pentingnya bahasa arab bagi kita kaum muslimin. Bahkan, sepertimana perkataan sayyidina ‘Umar radiyallahu ‘anhu, “Barangsipa menghidupkan bahasa arab, berarti ia menghidupkan dien.”

Gerbang-gerbang keilmuan islam terbuka selebar-lebarnya andai kita memahami bahasa arab. Hal ini karena tak sedikit dari karya-karya ulama’ yang belum bisa dihadirkan dalam bentuk terjemahan. Dan menunggu adanya pihak lain yang menerjemahkan, agaknnya bukanlah pilihan yang cerdas. Tentu akan lebih baik jika kita bisa memahami-nya sendiri, dan bahkan lebih baik lagi jika sekiranya kita mentransferkan ilmu yang kita peroleh dengan menerjemahkan-nya untuk dibaca kaum muslimin lain-nya. jadi, kemampuan dalam berbahasa arab sebenarnya adalah satu kemampuan yang menggiurkan..

Terlebih lagi, di zaman yang sekarang ini, kita akan sangat termudahkan mendapati karya-karya ulama’ dalam bentuk digital. Terentah berupa software, atau keping-an DVD yang memuat berberapa judul kitab. Di progam Maktabah syamilah saja, ada tak kurang dari 10.000 judul kitab. Dan tentu, kesemuanya itu hanya bisa dipahami andai kita memahami bahasa arab.

Lalu, tidakkah kita tergiur untuk bisa memahami bahasa arab, lalu berselancar di luasnya lautan ilmu?

Bagaimana Belajar Bahasa Arab..?

Menjadi awal permulaan untuk kita dalam belajar, belajar apapun itu, adalah memasang niat yang benar dan tekat atau cita-cita yang mulia. Cita-cita ini sangat penting. Niat yang benar saja tanpa dibarengi dengan adanya himmah (cita-cita), belumlah menjamin untuk bisa mengantarkan kita sampai kepada tujuan. Bukan tidak mungkin tatkala menemui hambatan di tengah perjalanan, kita akan mudah goyah dan lalu mengambil langkah mundur. Ini disebabkan himmah yang rendah.

Niat yang benar, sudah akan mendatangkan kebaikan di awal-nya. dan himmah (cita-cita) yang mulia, akan memotori kita agar tak mudah lemah sebelum sampai di tujuan. Seperti dikatakan, “Motivasi yang tinggi membuat yang jauh menjadi terasa dekat, meringankan yang sebenarnya berat, lamanya waktu akan terasa singkat, dan yang sulit akan terasa mudah.”

Seba’da itu, yang juga tak kalah penting adalah ke-istiqomah-an atau kekonsistenan. Bukan tidak mungkin, di tengah perjuangan akan ada aral yang menghadang, beban yang memberatkan fikiran.,dan bahkan anggapan ketak-mampuan yang terlalu dini disimpulkan. Padahal, kita baru saja menjajal. Karena-nya keistiqomahan menjadi bekal yang musti dibawa untuk bisa sampai di tujuan. Dan istiqomah ini-lah kunci sukses yang banyak ditinggalkan.

Selain niat, cita-cita yang tinggi, dan sikap konsisten, daiantara yang perlu dimiliki adalah metode belajar yang efektif. Mengenai metode ini, tentu akan sangat  relative,  Hanyasaja diantara cara yang sangat memungkinkan kita termudahkan belajar adalah dengan membiasakan-nya, dalam arti tidak berhenti dengan sekedar memahami teori saja. Praktek, praktek, dan, praktek. Karena bahasa adalah kebiasaan.

Lagi, mengoptimalkan seluruh indra untuk membantu kita dalam belajar bahasa arab agaknya juga cara yang harus dicoba atau bahkan diupayakan. Mata untuk membaca, menghafal, dan atau menelaah. Telinga untuk mendengarkan, bibir untuk membiasakan lafadz-lafadz berbahasa arab. Dan ditambah lagi, teknologi yang kian maju, bisa kita manfaatkan untuk belajar.  dengan seperti itu, bukan tidak mungkin kita akan bisa berbahasa arab dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Baca juga : Info Pendaftaran & Biaya Kursus Bahasa Arab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *