Serunya Lomba Khithobah Bahasa Arab di Al-Azhar Pare

Pentingnya Belajar Bahasa Arab di Zaman Ini
February 8, 2018
I’rob-nya Fi’il Mudhori’
February 9, 2018

Serunya Lomba Khithobah Bahasa Arab di Al-Azhar Pare — Setiap tahun, sering kita dengar atau akan kita dapati pengumuman tokoh terbaik versi lembaga A, atau figur paling berpengaruh menurut majalah B. Belum lagi berbagai kontes dan kompetisi di layar-layar televisi yang akan menghasilkan “manusia-manusia terbaik”. Tentunya menurut versi dan kriteria yang beraneka ragam.  Menjadi yang terbaik, mungkin merupakan idaman dari hampir kebanyakan orang. sehingga tak heran jika banyak yang berebut menempati possisi “terbaik”.

Hanyasaja, sebenarnya yang terpokok adalah dalam hal apa mereka berlomba-lomba? jika yang diperlombakan adalah hal yang buruk, tetunya hanya akan menghasilkan yang terburuk diantara yang buruk. Baik disini, tentu dalam sisi kacamata agama. bukan menurut selera manusia yang terkadang amat sulit dicari kesamaan-nya.

Dari sini, bisa kita simpulkan, bahwa yang diperlombakan baik-nya adalah perkara yang baik-baik saja. Karena Allah menyenangi pekara-perkara yang baik, dan menghasung hamba-hamba-Nya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. “Fastabiqul Khoirot”

Selasa, 6 Februari 2018, di kursus bahasa arab Al-Azhar Pare, Kediri, diadakan lomba khitobah bahasa Arab. Lomba untuk menemukan yang terbaik diantara yang terbaik. Tersebab pesertanya-pun diambil dari 2 terbaik dari masing-masing asrama di Al-Azhar Pare.. Memang tujuan-nya bukanlah untuk menang-menangan. Mempererat ukhuwah, berbagi ilmu, dan melatih kecakapan antar peserta adalah diantara yang menjadi titik tuju dari acara ini.
Lomba khitobah ini sendiri sebenarnya merupakan puncak dari kegiatan tadribul khitobah(latihan khitobah) dari kursusan di tiap minggunya, yaitu setiap hari senin malam.
Setiap seminggu sekali, ustadz/ustadzah asrama memilih 2-3 delegasinya untuk mengikuti khitobah bahasa arab. Tentu pesertanya selalu berbeda di tiap minggunya. Selain sebagai khotib, ada juga yang mendapat tugas menjadi MC(bahasa arab) dan qori’. Adapun untuk tempat dibagi menjadi tiga tempat berbeda, untuk putra dua tempat dan putri satu tempat.
Dari kegiatan di tiap minggu inilah, ustadz/ustadzah dari masing-masing maskan bisa memilih siapa-siapa yang pantas untuk mewakili maskan pada musabaqoh khitobah di akhir periode.
Dan akhirnya, pada tanggal 6 Februari kemarin musabaqoh khitobah untuk akhir periode 10 Januari pun sudah usai dilaksanakan. Acara yang dimulai sekitar pukul 7 malam itu berlangsung begitu menyenangkan. Para peserta yang maju terlihat begitu terampil mengucapkan kosa kata bahasa arab, dan lihai bermain mimik untuk memancing perhatian audiens. Karenanya, para hadirin tidak merasa jenuh dan pesan dari khotib pun bisa tersampaikan dengan mudah.
Acara berakhir kurang lebih pukul 10 malam, dan setelah melewati proses penjurian diambillah tiga pemenang dari putra dan tiga pemenang dari putri.
Adapun acara ini akan terus berlangsung di tiap akhir periode, dengan tujuan untuk melatih kecakapan para pelajar Al-Azhar dalam berbahasa arab, khususnya khitobah

Yuk, segera gabung bersama kami, DISINI!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *