Kursus Bahasa Arab Jalan Pintas Mahir Kitab Kuning

Rahasia Sukses Kursus Bahasa Arab di Pare
May 29, 2016
SOLUSI PROBLEMATIKA BELAJAR BAHASA ARAB
May 31, 2016

Perkembangan dunia pendidikan dikalangan pesantren pada saat ini sangat pesat. dulu pendidikan pesantren dikenal dengan pendidikan tradisional bahkan tertinggal. namun saat ini sudah berbeda, karena telah muncul banyak pesantren yang menerapkan metode modern, yang dikenal dengan pesantren modern. namun ditengah-tengah perkembangan pindidikan pesantren yang begitu cepat terdapat keprihatinan. karena yang berkembang dengan cepat dan maju adalah perkembangan fisik baik itu berupa fasilitas atau metode yang digunakan dipesantren, yang semula tradisional berubah menjadi modern. sedangkan secara skill membaca dan menguasai kitab kuning justru menurun. santri zaman dahulu rata-rata setelah selesai mondok semua bisa membaca kitab kuning, tapi sekarang dari sekian ribu santri yang keluar dari pesantren hanya sekian persen yang mampu membaca kitan kuning.

Kenapa penurunan kemampuan dalam membaca kitab kuning ini menjadi keprihatinan? bukankah di pesantren tidak hanya ngaji kitab kuning saja tapi juga mempelajari ilmu-ilmu yang lain. untuk menjawab pertanyaan ini perlu melihat eksistensi pesantren dibandingakn dengan lembaga pendidikan yang lain. yang membedakan pesantren dengan lembaga yang lain adalah adanya mata pelajaran atau kajian kitab kuning, di sekolah umum atau kampus yang tidak ada basic pesantren tidak ada yang namanya kajian kitab kuning. kalau kemampuan dalam penguasaan kitab kuning yang menjadi titik perbedaan atau identitas pesantren ini hilang maka hilanglah eksistensi dari pesantren itu sendiri.

Penurunan kemampuan dalam penguasaan kitab kuning di pesantren ini memang bukan tanpa alasan, selain pergeseran metode pembelajaran pesantren yang banyak dimasuki materi umum juga semangat santri dalam mengaji kitab kuning sudah menurun. pesantren salaf yang awalnya konsisten hanya mengajarkan ilmu agama dalam artian mengunakan kitab kuning sekarang sudah berubah menjadi sekolah umum.karena kalau tidak ada umumnya maka pesantren itu sedikit diminati. setelah menjadi sekolah umum sudah dipastikan akan mengurangi mata pelajaran yang terkait kitab kuning karena materi pelajaran harus menyesuaikan dengan ketentuan pemerintah. ditambah lagi pandangan para murid bahwa dengan sekolah umum lebih menjamin hidupnya nanti setelah lulus dalam mencari pekerjaan dan lain-lain.

Ditengah problematika pesantren seperti itu untuk menjaga eksistensi kemampuan santri dalam membaca kitab kuning harus segera dicarikan solusinya. solusinya adalah dengan belajar membaca kitab kuning di lembaga kursus bahasa arab. kenapa lembaga kursus bahasa arab bisa menjadi solusi itu semua?. karena dalam lembaga kursus bahasa arab diajarkan bahasa arab dan membaca kitab kuning dengan cepat dan mudah.

Ketika problem di pesantren adalah karena telah dimasuki materi pelajaran umum, sehingga konsentrasi siswa terpecah, tidak bisa fokus dalam pelajaran yang terkait kitab kuning maka di lembaga kursus bahasa arab hanya ada satu materi pelajaran yaitu bahasa arab, sehingga santri bisa fokus. ketika pelajaran bahasa arab atau kajian kitab kuning yang semakin sedikit di pesantren, sehari hanya satu atau dua jam, bahkan bisa satu minggu hanya dua atau tiga kali pertemuan makan di lembaga kursus akan intensif. sehari saja bisa mencapai delapan kali pertemuan sebagaimana yang diterapkan oleh kursus bahasa arab al-azhar pare. ketika lingkungan pesantren sudah banyak yang berubah dalam artian dunia hafalan kitab-kitab nahwu baik jurrumiyah, imrithi maupun alfiyah sudah menurun karena terdesak materi pelajaran umum dan kegiatan-kegiatan lain maka di lembaga kursus bahasa arab telah ditemukan bi’atul lughah/ lingkungan bahasa arab dan ditemukan metode-metode membaca kitab kuning yang sangat mudah, simpel, cepat dan menyenangkan. sebagaimana yang telah di terapkan di lembaga kursus bahasa arab al-azhar pare, yang menerapkan bi’ah lughah 24 jam dan ditemukan metode membaca kitab kuning yang sangat luar biasa. yaitu 3 kunci dan 20 rumus. yang mana hanya dengan 3 kunci dan 20 rumus kitan apapun akan bisa dibaca, difahami dan dikuasai dengan baik.

Dari uraian ini, dapat disimpulkan bahwa lembaga kursus bahasa arab saat ini menjadi kunci sukses dan cepat dalam penguasaan membaca kitab kuning. jika ingin bisa membaca kitab kuning dengan mudah dan cepat maka harus kursus. untuk bisa membaca kitab kunjng dengan lancar dan benar hanya dibutuhkan waktu 3 sampai 5 bulan saja. bukan 3 sampai 6 tahun sebagai mana yang terjadi dikalangan pesantren. wallahu a’lam bissowab.

Semoga bermanfaat

 

Oleh : Rohmanuddin, 24 mei 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *