Keseruan Outbon di Ubalan

Agar Mendapat Hasil Masimal di Pare
September 4, 2017
Belajar Bahasa Arab Asyik di Muhaddatsah Dasar
September 6, 2017

Belajar di Al-Azhar Pare memang penuh dengan keseruan. Adalah satu diantara kegiatan yang dirutinkan sebulan sekali disini yakni outbond. Dan di bulan juli ini, kegiatan diadakan pada tanggal 23,  minggu kedua setelah dibukanya kelas baru seusai libur pasca lebaran. Peserta dibagi sesuai kelas masing-masing, dan per-kelas biasanya terdiri dari 20-30-an orang.

Berangkat sekitar jam 7 pagi, para peserta tampak begitu bersemangat. Memangpun dengan berkendaraan odong-odong, hampir sepanjang jalan lagu-lagu berbahasa arab, senantiasa terkumandangangkan dengan cerianya..

“Huna nafroh.. hunaka nafroh, fi ayyi makanin nahnu nafroh..(disini senang, disana senang, dimana-mana hatiku senang),”

Setelah memakan waktu antara satu setengah jam, akhirnya rombongan sampai di Ubalan. Hanyasaja oleh para asatidz, dan ustadzah, Para peserta tak langsung diperbolehkan masuk. Masing-masing mereka diberi secarik kain, lalu diminta untuk menutup matanya dengan kain itu. Terkecuali untuk ketua kelas, mereka ditugasi untuk memandu teman-teman-nya yang tentu kuwalahan berjalan hingga memasuki kawasan wisata. Disini kekompakkan sudah mulai diuji. Para peserta dikumpulkan di depan panggung yang telah disiap-sediaksan oleh panitia.  Sebagai pengintruksi adalah mudir ad-dauroh Ustadz Muslihin dibantu ustadz-ustadz lain. acara di awali dengan game-game ringan untuk mengumpukan semangat dari para peserta.

Setelah dirasa cukup, berbagai lomba-pun dimulai. Semua lomba yang diadakan oleh panitia menguji kemampuan kosentrasi juga kekompakkan dari masing-masing kelompok dan peserta.. satu diantara-nya adalah lomba yel-yel. Disini kekompakkan sangat diperlukan, terlebih tampil dengan diiiringi sorakan dari kelas lain, tentu bukan satu hal yang mudah. Ada lagi lomba mengumpulakan permen yang disebar oleh panitia, jadi setiap kelas harus menunjuk 10 anggotanya untuk memainkan game ini, 5 dari putra dan 5 dari putri. Mereka harus berjalan dalam kondisi terikat menuju tempat disebarkanya permen-permen itu, untuk mengumpulakan poin sebanyak mungkin.

Untuk game  yang menuntut kosentrasi penuh  adalah permainan “shohih-khotto`”. Dikatakan demikian karena para peserta tidak harus selalu mengikuti komando. Terkadang para peserta harus melakukan gerakan yang berlawanan dari instruksi panitia. Seperti jika misalnya panita berkata kanan, maka para peserta harus melompat ke kiri, jika panitia memberi aba-aba mundur, maka peserta musti maju. Kelihatan-nya mudah memang, tapi dalam prakteknya banyak yang terkecoh. Dan bagi mereka yang salah, hukuman-nya adalah ditaburi tepung dibagian wajahnya.

Kegiatan seperti ini, selain untuk menyegarkan fikiran  juga sebagai pengalaman yang tak mungkin dilupakan oleh para pelajar Al-Azhar. Setelah semua lomba selesai dilakoni, para peserta dipersilahkan untuk menikmati segala wahana yang tersedia disana sampai waktu yang ditentukan. Kawasan ubalan yang asri lagi sejuk membuat para pelajar betah dan lebih siap untuk kembali berjuang di hari selanjutnya..

Baca juga : Info Biaya & Pendaftaran Kursus Bahasa Arab Al-Azhar

Oleh : Khoirul Annas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *