FILSAFAT ILMU NAHWU, KAJIAN HERMENEUTIK (1

PERAN BAHASA ARAB DALAM MENENTUKAN HUKUM ISLAM
June 13, 2016
INFORMASI KURSUS BAHASA ARAB AL-AZHAR PARE RAMADHAN DAN SYAWAL 2016
June 16, 2016

Dalam ilmu nahwu, kita semua mengetahui bahwa fiil madhi itu mabni, dan fiil mudori itu asalnya murob, kata madhi ( masa lalu ) itu mabni ( tetap )

Masa lalu kita bagaimanapun takkan pernah berubah, kita takkan bisa merubah masa lalu, masa lalu akan menjadi hal yang selalu kita ingat, penyesalan akan terjadi ketika kita sudah mengenal yang namanya masa lalu, setiap orang memiliki masa lalu yang buruk, jika kita terus terbayangi oleh masalalu kita , kita hanya akan menjadi manusi yang hidup di waktu sekarang tapi ruhnya ada di masalalu, lantas bagai mana kita bisa hidup semacam ini dan tubuh ini akan bergerak seperti potongan jasad saja, tidak memiliki daya guna, hidup penuh peratapan, mereatapi masa lalu, dan selalu mengatakan seandainya saja dulu , kalau saja dulu saya dan lain sebagainya.

Lalu pertanyaannya, apakah masa lalu bisa mempengaruhi masa depan ?

pernahkah kita bertanya, kenapa waktu madhi ( masa lalu ) itu terpisah dengan waktu istiqbal (masa depan ) dalam fiil madhi dan mudori, namun waktu hal ( sekarang ) itu menjadi satu dengan waktu istiqbal dalam fiil mudhori ?

Seminar- seminar motivasi selalu mengajarkan kepada kita, bahwa masalalu tak akan berpengaruh pada masa depan kita, karena masa depan kita masih suci, belumterjadi, dan tak akan ada yang tau apa yang akan terjadi di masa depan, banyak orang yang memiliki masalalu yang buruk namun kemudian ia sukses, bukankah banyak orang yang husnul khotimah, yakni orang buruk, setiap harinya di benci oleh masyarakat, namun sebelum ajal menjemputnya, ia bertaubat dan menjadi seorang dai, dan ulama sehingga bermanfaat, begitu juga banyak terjadi seseorang yang berasal dari keluarga miskin yang kemudian ia pada akhirnya menjadi seorang milyader, dan lain sebagainya, begitu juga sebaliknya masalalu yang indah tidak menjamin seseorang memeiliki masa depan yang cerah, yang menentukan masa depan bukanlah masalalu, akan tetapi apa yang kita usahakan sekarang.

Jadi, esensi fiil mudhori itu sendiri mengajarkan kepada kita bahwa, masa depan sangat dekat kaitannya dengan masa yang sekarang kita lalui, masa lalu adalah sesuatu yang terpisah dari masa depan itu sendiri.

fiil mudhori pada asalnya adalah rofa ( tinggi, mulia, dan sukses ) namun jika ia kemasukan amil-amil nawasib, ia akan menjadi nashob ( menetap, sama, istiqomah seperti dulu ) atau jika kemasukan amil jawazim maka ia akan menjadi jazm ( terputus, berhenti, putus asa ), tergantung kita sendiri dalam menyikapinya

Pada kenyataannya, masa lalu tidaklah berpengaruh pada masa depan , kecuali hal itu diizinkan oleh orang yang terus meratapi dan galau, dan melakukan tindakantindakan sekarang yang akan merusak masa depannya.

Ayolah!! Kita harus bangkit, karena masa depan kita di tentukan apa yang kita lakukan sekarang, bukan apa yang terjadi di masa lalu.

Semoga bermanfaat..

Oleh : Ahmad Fahim

Pare, 15 juni 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *