Fi’il Mu’rob dan Fi’il Mabni

Fi’il Madhi, Fi’il Mudhori’, dan Fi’il ‘Amar
February 7, 2018
Hal Yang Harus Anda Ketahui Sebelum Mulai Belajar Bahasa Arab
February 8, 2018

Fi’il Mu’rob dan Fi’il Mabni — sebagaimana kalimah isim yang bisa terbagi menjadi dua ; Isim mu’rob dan Isim mabni, maka demikian pula hal-nya dengan kalimah fi’il:  Dilihat dari bisa atau tidaknya menerima perubahan (i’rob) kalimah fi’il terbagi menjadi dua : Fi’il mu’rob dan Fi’il mabni.

a) Fi’il Mabni.

Yaitu fi’il yang tetap dalam keadaan atau kondisi tertentu. Hukum asli dari kalimah fi’il adalah mabni. diantara kalimah fi’il hanya sebagian kecil saja yang mu’rob (menerima perubahan). Adapun fi’il-fi’il yang mabni antara lain :

  1. Fi’il madhi.

contoh :

كَتَبَ مُحَمَّدٌ الرِّسَال  (Muhammad telah menulis surat itu)

مَا كَتَبَ مُحَمَّدٌ الرِّسَالَةَ   (Muhammad tidak menulis surat itu)

(ket : Fi’il madhi ini bisa mabni fathah, dan terkadang bisa juga mabniy sukun, dan juga dhommah)

>>Baca juga : Isim Mu’rob & Isim mabni

2.   Fi’il ‘Amar

contoh :

اُكْتُبْ هَذَا الدَّرْسَ  (Tulislah pelajaran ini)

يَا أَخِيْ اُكْتُبْ هَذَا الدَّرْسَ  (Wahai saudaraku tulislah pelajaran ini)

(ket : Fi’il ‘amar ini bisa mabniy sukun, dan terkadang fathah, membuang nun, dan membuang huruf ‘illat jika huruf akhirnya berupa huruf ‘illat)

3. Fi’il mudhori’ yang bertemu dengan nun taukid –baik khofifah maupun tsaqilah–, atau nun jama’ niswah.

-Nun jama’ niswah yaitu nun yang terdapat pada fi’il mudhori’ yang menunjukan jenis perempuan banyak. Contoh:

الْمُسْلِمَاتُ يَكْتُبْنَ الرِّسَالَةَ  (Para muslimah sedang menulis surat)

الْمُسْلِمَاتُ لَنْ يَكْتُبْنَ الرِّسَالَةَ  (Para muslimah tidak akan menulis surat)

Nun taukid, yaitu nun yang bersambung dengan kalimah fi’il yang berfunsi sebagai penegas atau penguat pekerjaan. Contoh:

أَ تَسْمَعَنَّ الأَذَانَ؟  (Apakah kamu benar-benar mendengar adzan?)

ألَمْ تَسْمَعَنَّ الأَذَانَ؟  (Apakah kamu benar-benar tidak mendengar adzan?)

b) Fi’il Mu’rob

Yaitu fi’il yang bisa berubah-buah keadaan huruf akhirnya. Adapun fi’il yang mu’rob hanya ada satu; Yakni fi’il mudhori’ yang tidak bertemu dengan nun taukid dan tidak bertemu pula dengan nun jama’ niswah.

contoh :

يَكْتُبُ مُحَمَّدٌ الدَّرْسَ (Muhammad menulis pelajaran)

لَنْ يَكْتُبَ مُحَمَّدٌ الدَّرْسَ (Muhammad tidak akan menulis pelajaran)

لَمْ يَكْتُبْ مُحَمَّدٌ الدَّرْسَ (Muhammad tidak/belum menulis pelajaran)

Mu’rob atau berubah-ubahnya keadaan akhir dari kalimah fi’il ada 3, yakni : rofa’, nashob, dan jazm. Kalimah fi’il yang yang berada dalam keadaan rofa’ maka dinamakan fi’il marfu’. sedang jika dalam keadaan nashob, maka dinamakan dengan fi’il manshub. Adapun bila kalimah fi’il itu dalam keadaan jazm, maka dinamakan fi’il majzum.

Catatan : I’rob (perubahan) ada 4 macam : Rofa’, nashob, jar, dan jazm. Pada Isim hanya ada 3 ; Rofa’, nashob, dan jar. sedang untuk fi’il juga ada 3 : rafa’, nashob, dan jazm.

“Pelajarilah bahasa Arab. Karena sesungguhnya ia adalah bagian dari ad-din (agama)” (“Umar ibn Khatthab)

Belajar bahasa Arab lebih intensive dan mudah, di Kursus Al-Azhar Pare. Ayuk, segera gabung bersama kami DISINI!

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *