Belajar Bahasa Arab Menyenangkan di Al-Azhar

Sholawatan Mingguan di Al-Azhar
September 14, 2017
Empat Kecakapan Dalam Berbahasa Arab
September 16, 2017

Belajar Bahasa Arab Menyenangkan di Al-Azhar  –Ketika kita sedang belajar bahasa baru, bahasa apapun, sebenarnya kunci utama untuk lekas bisa setelah menghafal kosakata adalah praktek, praktek, dan praktek.
Sebabnya tentu,
1) Bahasa itu bukanlah bahasa ibu kita, dan
2) Hakikat bahasa adalah alat yang diperlukan untuk berkomunikasi.

Sudah tahu kan manfaat dan alasan mengapa kita harus belajar bahasa arab? (Baca : Manfaat dan alasan mengapa belajar bahasa arab)

Nah, ada keinginan harus ada usaha untuk mewujudkan keinginan tersebut. Diantara cara yang bisa ditempuh atau bisa kalian pilih agar bisa berbahasa arab adalah dengan masuk pengkursusan bahasa arab. Karena biasanya di tempat-tempat pengkursusan akan memudahkan kita untuk lebih fokus, dan sering praktek-nya.

Al-Azhar adalah satu diantara lembaga pengkursusan bahasa arab yang sangat harus dipertimbangkan. Suasana yang mendukung karena terletak di Pare kampung bahasa adalah salah satu alasan utama-nya. Dan tentu cara pengajaran-nya pun mengasyikan khas Pare.

Di Al-Azhar, kalian akan merasa termudahkan belajar bahasa arab. Lebih-lebih jika selain mengambil progam kelas, kalian juga mengambil progam asrama. Karena di Asrama, diberlakukan peraturan wajib berbahasa arab; ketika mengobrol atau bahkan ketika sedang bernyanyi-pun musti berbahasa arab. Seru bukan?
Cara yang seperti ini tentu lebih efektif. Karena dalam keseharian kosakata-kosakata yang telah dihafal langsung dipraktek-kan. Dengan sering mempraktekkan, maka kemungkinan untuk bisa semakin besar. Karena bahasa adalah kebiasaan.

Serunya Khitobah di Al-Azhar

Ada lagi satu kegiatan asrama yang akan sangat membantu kita untuk lebih cepat bisa berbahasa arab. Yaitu khitobah mingguan. Jadi dalam seminggu sekali, di setiap asrama diadakan latihan khitobah. Di acara itu, para pelajar akan ada yang ditunjuk sebagai mc/pembawa acara, dan juga khotib yang terdiri dari tiga orang. Dan kesemuanya harus maju dan berbahasa arab diketika berbicara dihadapan pelajar-pelajar lain. Tapi tak cuma itu, seba’da khotib menyampaikan pidato-nya, biasanya MC akan menunjuk secara acak pendengar-nya untuk memberi khulasaoh (kesimpulan/ringkasan) dari apa yang disampaikan khotib. Bagi yang tak mendengarkan, atau belum mengerti dan bisa berbahasa arab dengan baik, tentu akan bingung hendak bicara apa.

Begitulah seru dan menyenangkan-nya belajar bahasa arab di Al-Azhar. Tegasnya, kalimat “al-Lughot(h) al-‘adat(h)” –bahasa adalah kebiasaan– sangat diterapkan disini: mengobrol dalam keseharian dengan berbahasa arab, latihan berpidato dengan bahasa arab,dan lain-lain.

Yuk, segera gabung disini

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *