Teknik Mengembangkan Mufrodat

BEASISWA TUTOR BAHASA ARAB
August 2, 2017
BEASISWA KURSUS BAHASA ARAB DI AL-AZHAR SELAMA SATU BULAN
August 30, 2017

Penguasaan mufrodat sangat berpengaruh terhadap keterampilan berbahasa Arab. Oleh sebab itu diperlukan adanya pengembangan mufrodat itu sendiri. Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengembangkan mufrodat di antaranya ialah menelaah sinonim, antonim dan homonim.

Menelaah sinonim merupakan pendekatan yang efektif dalam memperbanyak kosa kata. Semakin sering menelaah sinonim dari suatu kata akan semakin memperkaya serta mengembangkan mufrodat. Begitu pula halnya dengan menelaah antonim dan homonim.

Cara lain untuk memperkaya mufrodat ialah dengan mencari akar kata dari kata tersebut. Dengan menelaah akar kata kita dapat mengubahnya menjadi bermacam-macam kata lain.

Selain itu kita juga dapat menelaah semantik, atau dengan kata lain menelaah makna, lambang atau tanda-tanda yang menyatakan makna, menghubungkan makna satu dengan makna lainnya, dan pengaruhnya terhadap lingkungan, sebab semantik juga mencakup perkembangan dan perubahan kata.

Teknik lainnya yang dapat kita lakukan ialah dengan menelaah petunjuk konteks suatu kalimat. Petunjuk konteks dapat membantu kita untuk menduga dan mengira-ngira makna suatu kata asing atau kata baru.

Penggunaan kamus juga dapat membantu kita mendapatkan informasi mengenai derivasi kata, makna kata, ejaannya, dan ucapannya. Menelaah kamus dapat menambah pengetahuan tentang istilah-istilah umum, teknis dan sastra. Selain itu, dapat membantu kita memperoleh informasi mengenai penggunaan formal dan informal kata-kata, ungkapan-ungkapan, kata-kata asing, kata ganti diri dan singkatan-singkatan.

Dalam mengembangkan mufrodat bahasa Arab kita juga bisa melakukannya dengan menelaah idiom-idiom. Menurut Al-Khuli, idiom adalah ungkapan yang maknanya secara keseluruhan berbeda dengan makna masing-masing unsurnya. Hal ini dikarenakan suatu kata yang memiliki persamaan unsur tidak serta merta memiliki persamaan makna. Misalnya terdapat kata qooma (berdiri), di sisi lain terdapat kata qooma wa qo’ada, kata tersebut tidak lantas bermakna berdiri dan duduk, akan tetapi bermakna bingung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *